TAUFIQ NUGRAHA


KBB.JAVANEWS.CODE.BLOG,-
Pemuda kreatif yang tergabung di Info Bandung Barat Cimahi (IBBC) berinisiatif membuat film pendek UMKM untuk membangkitkan kuliner Kari Iga Bupati yang sempat mati suri.
Sempat mati suri kuliner satu ini, yaitu sop kari iga Bupati yang merupakan makanan khas dan unggulan Cafe and Resto Duarupa, pemuda kreatif IBBC berupaya mendorong pelaku UMKM dengan pembuatan film pendek versi drone.
Usut punya usut, sop kari iga Bupati sama halnya sop kari pada umumnya, yang membuat berbeda yaitu aroma serta cita rasa itu sendiri dan juga diresmikan langsung oleh Bupati KBB pada tahun 2019 hingga pada akhirnya mati suri bahkan tidak terdengar lagi di telinga.
Berangkat dari rasa prihatin dimasa pandemi yang berdampak bagi para pelaku UMKM, tim IBBC mencetus ide film pendek versi drone supaya lebih menarik dan bertujuan untuk membangkitkan kuliner yang sempat viral ini.
Ditra selaku owner Cafe and Resto Duarupa mengapresiasi para pemuda kreatif IBBC yang ingin membantu membangkitkan kari iga Bupati miliknya, dengan pembuatan film pendek supaya lebih di kenal luas.
“Dua tahun lebih pandemi Covid-19 mencekik perekonomian di sektor terutama UMKM, saya merasa seneng ada anak muda yang mau mendorong dan meluangkan ide dan waktunya untuk membangkitkan perekonomian,” katanya saat ditemui JAVANEWS. Selasa (03/05/2022).
Ditra mengatakan, projek pembuatan film pendek rekan-rekan yaitu mengangkat sejarah Cafe Dua Rupa dan menu favorit itu sendiri. Uniknya menggunakan drone
“Tim mengangkat terkait sejarah awal kari iga Bupati, dulu Bupati sering makan disini kebetulan memang dekat dengan kantor Pemda KBB, dan memang kesukaan Bupati setiap makan disini”, kata Ditra.
Disinggung terkait asal usul nama kari iga Bupati, Ditra menceritakan, di tahun 2019 awal ide dari rekan-rekan dua rupa muncul lantaran seringnya Bupati memesan sop tersebut, seketika nama kari iga Bupati jadi menu andalan dan favorit pada waktu itu.
Ia mengatakan, sangat berpengaruh besar pada waktu itu, untuk kari iga bupati sendiri biasa di cari oleh para ASN yang berada di lingkungan Pemkab Bandung Barat.
“Untuk bumbu sendiri kami biasa menggunakan bumbu kari iga turun menurun pada keluarga, bumbu rempah- rempah melayu, ada lawang cengkeh dan badas kari kita gunakan bumbu dari khas melayu kebetulan ibu owner asli orang melayu”, katanya.
Dilanjutkan Ditra, dengan ide rekan-rekan tim IBBC, ia berharap, pemerintah melihat pemuda kreatif yang mau berkreasi dan mau mendorong perekonomian UMKM di Bandung Barat.
Sementara itu, Andi selaku pencetus ide kreatif IBBC mengatakan, agenda tersebut sebagai rasa kepedulian kepada para pelaku UMKM yang terdampak pandemi.
“Bukan hanya itu kedepannya juga kita akan dorong melalui ide kreatif teme-temen untuk bantu juga promosi sekaligus support di sektor wisata yang ada di Kabupaten Bandung Barat”, kata Andi.
Kedepannya, lanjut Andi, pihaknya bersama tim akan menjadwalkan setiap minggunya keliling ke pelosok mempromosikan khusus di wilayah Bandung Barat dan Cimahi jika di beri kelancaran akan meluas se Bandung Raya.
“Sejauh ini dalam pembuatan film pendek tersebut kendala di cuaca jika turun ujan lantaran tidak bisa menerbangkan drone,” terang Andi.
Kendati demikian, Pasca lebaran, pihaknya akan fokus membuat film pendek terkait kuliner khas masing-masing cafe atau resto dan juga sektor pariwisata.
“Bagi temen-temen mempunyai usaha kecil kecilan kami siap bantu mempromosikan dengan cara follow instagram @infobdgbaratcimahi via DM”, bebernya.
Ia berharap, kedepannya bisa kolaborasi dengan pemerintah daerah setempat, dimana pemkab Bandung Barat sendiri sedang mendorong para pelaku UMKM dengan beberapa program yang di rancang Plt Bupati Hengki Kurniawan.
“Mudah-mudahan bisa kolaborasi bersama. kuncinya kita sebagai tim harus kompak dan solid serta tunjukkan hasil karya kita supaya pemerintah mau berkolaborasi dengan kita”, kukasnya.
Hal tersebut di amini Gufron selaku Pilot Drone (orang yang mengendalikan drone), ia mengatakan, agenda hari ini adalah projek pertama dari tim IBBC membuat film pendek menggunakan drone FPV dan drone aerial.
“Tema yang di usung membangkitkan ekonomi pelaku UMKM dan wisata, tim sendiri kita ada 4 dimana mereka masing masing mempunyai tugas,” ungkap Gufron.
Ia membeberkan, diantaranya Andi sebagai editing video sekaligus pencetus, Hen-hen sebagai Photografer, lalu Adul sebagai penulis sekaligus media partner.
“Pasca lebaran kami berencana untuk kedepannya akan keliling di pelosok UMKM dan wisata yang ada di Bandung Barat juga di bandung raya dan ini kali pertama”, terangnya.
Ada yang sedikit berbeda dalam pengemasan produk film yang di garap. Bukan hanya promosi makanan, Ia mengatakan lebih memperlihatkan keindahan alam di sekitarnya.
“Dalam mempromosikan UMKM kali ini unik bisa melihat view di sekitar cafe atau resto bukan hanya di makanannya saja supaya lebih memiliki daya tarik tersendiri, mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik upaya mendukung program pemerintah juga,” pungkasnya.
#JAVANEWS/FORWAN.KBB.
















